Soal Kemacetan di Depan SMAN 1 Pekanbaru, Begini Penjelasan Kepsek

Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:37:15 WIB
Kepala SMAN 1 Pekanbaru, Dra. Baini, M.Pd/F: ist

PEKANBARU, LIPO - Kemacetan di jalan depan SMAN 1 Pekanbaru menjadi perhatian. Penyebabnya, banyak kendaraan orang tua murid yang parkir di badan jalan saat mengantar dan menjemput anak ke sekolah.

Kepala SMAN 1 Pekanbaru, Dra. Baini, M.Pd., angkat bicara soal masalah ini. Ia mengatakan pihak sekolah sebenarnya sudah menghimbau siswa dan orang tua untuk memarkir kendaraan di Masjid Agung An-Nur.

"Jadi kita pun sudah ngasih tau kalau anak kita tuh suruh parkirnya di Masjid Agung," ujarnya ketika dikonfirmasi, Kamis 8 Oktober 2026.

Menurut Dra. Baini, sekolah sudah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak terkait. Mulai dari kepolisian, Satpol PP, hingga tiga sekolah yang terdampak, yaitu SMPN 5, SMPN 1, dan SMAN 1.

"Kita sudah ada pertemuan dengan berbagai pihak. Sekolah-sekolah itu kami tiga, SMPN 5, SMPN 1, SMAN 1. Kalau parkiran kami, anak itu suruh ke Masjid Agung An-Nur," jelasnya.

Meski sudah diimbau, Dra. Baini mengakui pihak sekolah tidak bisa mengontrol penuh siapa saja yang parkir di sekitar jalan.

"Cuma kadang-kadang kita tidak tahu juga siapa-siapa pula ada yang parkir di situ," katanya.

Sekolah katanya berencana mengumpulkan orang tua wali murid untuk membahas masalah ini. Data orang tua yang mengantar anak menggunakan mobil pun sudah didata. Jumlahnya sekitar 200 orang.

"Cuma kami yang mau mengundang orang tua sudah ada, sudah terdata anak kita yang diantar pakai mobil," ujarnya.

Namun, rencana pertemuan itu terkendala tempat. Aula lantai 3 yang biasanya digunakan untuk pertemuan besar saat ini dipakai sebagai ruang kelas sementara.

"Sekarang itu tempatnya untuk mengumpulkan orang tua ini belum, sedang dipakai untuk kelas. Itu masalahnya. Harus ketemu langsung, gitu kan," ungkapnya.

Dra. Baini mengatakan pertemuan baru bisa dilaksanakan setelah beberapa kegiatan sekolah selesai.

"Kita nunggu kondisi agak longgar sedikit, karena dia sekitar 200 orang orang tua yang hantar. Anak yang bawa mobil sendiri sudah enak, masalah kita tinggal orang tua yang nganter anak. Yang bisa dipakai itu aula lantai 3 untuk 200 orang tua. Tapi siswa saat ini, aula lantai 3 itu dijadikan kelas untuk sementara, makanya kita nggak punya tempat," paparnya.

"Nunggu sebentar lagi lah, mungkin selesai beberapa kegiatan sekolah, nanti baru bisa kita laksanakan," tambahnya.

Dalam pertemuan nanti, sekolah katanya juga akan mengundang Dinas Perhubungan (Dishub) dan pengurus Masjid Agung An-Nur.

"Rapat dengan orang tua, Dishub, dan pengurus An-Nur juga akan kita kumpulkan," tutupnya.*****

 

Terkini