Data Stunting Pekanbaru Melonjak dari 250 Jadi 2.000 Anak, Wako Agung: Kami Masih Cari Bapak Asuh

Senin, 05 Oktober 2026 | 16:45:53 WIB
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota, Markarius Anwar menyerahkan bantuan kepada salah seorang anak

PEKANBARU, LIPO - Target ambisius dicanangkan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho: Pekanbaru Zero Anak Stunting. Komitmen itu ditegaskan di tengah fakta mengejutkan yang ia temukan di awal masa jabatan.

Agung mengungkap, laporan awal yang ia terima menyebut hanya ada 250 anak stunting di Pekanbaru. Namun angka itu ia ragukan.

"Saya tidak serta merta menerima laporan tersebut," ujar Agung, Senin (5/10/2026).

Ia kemudian menggerakkan kader Posyandu di setiap kelurahan untuk turun langsung mendata ke lapangan. Hasilnya mencengangkan.

"Ternyata saat itu didapati lebih dari 2.000 anak saat pertama kami menjabat," ungkapnya.

Kini, setelah berbagai intervensi dilakukan, jumlah tersebut berhasil ditekan hingga di bawah 1.000 anak. Namun Pemko Pekanbaru tidak ingin berhenti sampai di situ.

Untuk mempercepat penurunan, Pemko mengandalkan program Bapak Asuh atau Bapak Angkat Anak Stunting. Program ini mengajak kolaborasi lintas pihak — dari perusahaan, ASN, hingga masyarakat umum.

"Sampai hari ini kami masih membutuhkan bapak angkat anak-anak kita di Pekanbaru," kata Agung.

Menurutnya, intervensi untuk satu anak stunting membutuhkan biaya sekitar Rp600 ribu per bulan untuk pemenuhan gizi. Program intervensi dilakukan selama enam bulan berturut-turut.

Agung menegaskan, bantuan tidak diberikan dalam bentuk uang tunai kepada orang tua. Dana tersebut dikelola langsung oleh tim pelaksana di lapangan untuk memastikan bantuan gizi tepat sasaran.

"Karena ini tanggung jawab kita bersama, agar anak-anak di Kota Pekanbaru ini lebih baik lagi," pungkasnya.****

 

 

Terkini