Cakupan Imunisasi Jauh dari Target, Pemko Pekanbaru Canangkan Bulan Imunisasi Kejar Oktober 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 14:37:34 WIB
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar bersama istri menyaksikan pemberian imunisasi anak.

PEKANBARU, LIPO - Alarm darurat imunisasi menyala di Kota Pekanbaru. Dari target 90 persen, cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) pada 2025 baru menyentuh angka 66,2 persen. Bahkan, ada 3.425 anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar DPT-HB-Hib 1.

Kondisi inilah yang mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru tancap gas menggelar Bulan Imunisasi Kejar selama sebulan penuh, 1 hingga 31 Oktober 2026.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menegaskan program ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan upaya penyelamatan generasi.

"Imunisasi bukan sekadar suntikan. Ini adalah perlindungan sejak dini untuk mencegah penyakit berbahaya," kata Markarius saat pencanangan di Rumah Dinas Wali Kota, Jumat (2/10/2026).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, persoalan tidak hanya di IDL. Cakupan imunisasi lengkap bagi bayi di bawah dua tahun (baduta) bahkan lebih rendah, baru 44,1 persen.

"Anak-anak adalah masa depan Pekanbaru. Hak mereka untuk tumbuh sehat dan terlindungi adalah tanggung jawab kita bersama," tegas Markarius.

Melalui Bulan Imunisasi Kejar, Pemko menargetkan dua kelompok sasaran utama: bayi usia 0-11 bulan dan baduta usia 12-23 bulan yang imunisasinya terlewat atau belum lengkap sesuai usia.

Markarius meminta orang tua untuk tidak menunda. Caranya mudah, cukup buka kembali Buku KIA atau catatan imunisasi anak. Jika ada yang kosong, segera lengkapi.

Layanan bisa didapatkan gratis di seluruh Posyandu, Puskesmas, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan lainnya di Pekanbaru.

Markarius mengakui, mengejar ribuan anak yang tercecer tidak bisa hanya dibebankan ke tenaga kesehatan.

Pemko pun mengerahkan kekuatan lintas sektor. Mulai dari Dinas Pendidikan, DP3APM, Disdalduk KB, Disdukcapil, Dinsos, Bappeda, Kemenag, hingga camat, lurah, TP PKK, dan kader Posyandu.

"Kita perkuat edukasi, penjangkauan, pelayanan, dan pemantauan di lapangan. Tidak ada anak yang terlewat," pintanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan tetangga dan keluarga yang membutuhkan informasi imunisasi.

"Semoga ikhtiar bersama ini menjadi bagian dari upaya kita mewujudkan generasi Kota Pekanbaru yang sehat, kuat, dan terlindungi," pungkas Markarius.*****

 

Terkini