PEKANBARU, LIPO - Anggota Komisi IV DPRD Riau, Muhtarom, menyoroti persoalan antrian panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU akibat keterbatasan ketersediaan BBM bersubsidi solar.
Muhtarom mengatakan, persoalan antrian BBM tersebut sudah banyak dikeluhkan masyarakat. Ia berharap aparat dan pihak terkait segera melakukan langkah untuk mengatasi masalah tersebut.
"Kami juga merasakan apa yang dirasakan masyarakat. Banyak masyarakat yang menyampaikan keluhan terkait persoalan ini," ujar Muhtarom, Rabu 30 September 2026.
Muhtarom berharap kepolisian dapat melakukan pengawasan dan mengambil tindakan jika ditemukan adanya pelanggaran dalam penyaluran BBM bersubsidi.
Menurutnya, antrian panjang seharusnya dapat diminimalkan apabila pasokan BBM ke setiap SPBU sesuai dengan kebutuhan dan kuota yang telah ditetapkan.
"Kalau barangnya cukup dan dibagi sesuai dengan jatah masing-masing SPBU, seharusnya tidak terjadi antrian panjang," katanya.
Muhtarom mengaku prihatin setelah melihat langsung kondisi antrian di lapangan. Ia menceritakan adanya masyarakat yang sudah mengantri berjam-jam, namun akhirnya tidak mendapatkan BBM karena stok di SPBU habis.
"Orang sudah antri berjam-jam, ternyata minyaknya sudah habis. Ini yang membuat masyarakat kecewa," ujarnya.
Ia menilai pengawasan terhadap stok BBM di SPBU perlu diperkuat. Menurutnya, pihak terkait harus mengetahui secara pasti berapa banyak BBM yang masuk, berapa yang sudah disalurkan, dan kapan stok diperkirakan habis.
Dengan demikian, masyarakat yang sedang mengantri dapat memperoleh informasi lebih awal apabila stok BBM di SPBU sudah tidak tersedia.
"Kontrolnya harus diperkuat. SPBU dan pihak terkait harus tahu berapa kuota yang masuk dan berapa yang sudah keluar. Jangan sampai masyarakat dibiarkan mengantri panjang, tetapi akhirnya BBM habis," tegas Muhtarom.
Muhtarom menambahkan, persoalan BBM ini bukan masalah kecil karena menyangkut kebutuhan masyarakat luas. Karena itu, ia meminta pemerintah dan pihak terkait memberikan perhatian serius terhadap persoalan distribusi dan ketersediaan BBM.
"Saya berharap persoalan ini benar-benar menjadi perhatian. Ini menyangkut kebutuhan hidup orang banyak," pungkasnya.*****