Enam Titik Karhutla di Siak Ditangani Serentak, Fokus Beralih ke Pendinginan Lahan Gambut

Kamis, 10 September 2026 | 13:06:11 WIB
Pendinginan di titik karhutla Siak/ist

PEKANBARU, LIPO – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Siak terus dikebut. Tim gabungan kini bekerja simultan di enam titik berbeda, dengan fokus tidak hanya memadamkan api, tetapi juga memastikan bara di dalam lahan gambut benar-benar mati.

Enam lokasi yang ditangani meliputi Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, dua titik di Kecamatan Dayun, Dusun Bumi Jopan, Kecamatan Sungai Mandau, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Koto Gasib serta Kampung Tualang, Kecamatan Tualang.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Siregar mengatakan, sebagian besar titik api telah berhasil dikendalikan. Namun, personel tetap disiagakan untuk melakukan pendinginan dan patroli intensif guna mencegah kebakaran kembali muncul.

“Mayoritas sudah padam, tapi kami belum bisa lengah. Bara di bawah permukaan masih berpotensi menyala kembali, sehingga pendinginan dan patroli terus dilakukan,” ujarnya, Kamis (10/9/2026).

Di Dusun II Kampung Mengkapan, proses pemadaman dan pendinginan telah rampung sejak Rabu sore. Kondisi serupa juga terjadi di area PT Bumi Siak Pusako (BSP) di Kecamatan Dayun, yang sudah tidak lagi mengeluarkan asap hingga sore hari.

Meski demikian, penanganan masih berlangsung intensif di Dusun Suka Mulia, Kampung Dayun. Hingga Rabu petang, api dan asap masih terpantau di sejumlah titik, sehingga tim terus melakukan penyiraman dan membangun sekat bakar dengan bantuan alat berat.

“Di Suka Mulia masih ditemukan api dan asap. Penanganan kami fokuskan di sana, termasuk memperkuat sekat bakar untuk mencegah api meluas,” jelas Sepuh.

Sementara itu, di Dusun Bumi Jopan, Kecamatan Sungai Mandau, api telah dipadamkan dan tim beralih ke tahap pendinginan. Di area PT DSI, Desa Rantau Panjang, Koto Gasib, api juga sudah padam, meski asap masih muncul sehingga penyiraman terus dilakukan.

Adapun di Dusun Surya, Kampung Tualang, api berhasil dikendalikan dengan dukungan helikopter water bombing. Namun, asap tebal masih terlihat sehingga proses penyekatan dan pendinginan tetap berlangsung.

Penanganan karhutla ini melibatkan personel lintas instansi, mulai dari Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, perusahaan, hingga Masyarakat Peduli Api.

Berbagai peralatan dikerahkan, termasuk mesin pompa air, mobil pemadam kebakaran, serta alat berat untuk mempercepat pemadaman dan pembuatan sekat bakar.

Sepuh menegaskan, kondisi lahan gambut menjadi tantangan utama dalam penanganan karhutla. Api yang terlihat padam di permukaan belum tentu benar-benar hilang karena bara dapat bertahan di bawah tanah.

“Karakter gambut ini membuat api seolah hilang, padahal masih hidup di bawah. Ditambah cuaca panas, angin kencang, dan belum adanya hujan, risiko kebakaran kembali tetap tinggi,” terangnya.

Karena itu, aparat memastikan pengawasan tetap diperketat di seluruh lokasi, baik yang sudah padam maupun yang masih dalam proses penanganan.

“Kami tidak ingin api muncul kembali dan membesar. Semua titik akan terus dipantau sampai benar-benar aman,” tegasnya.(***)

Tags

Terkini