PEKANBARU, LIPO - Pemerintah Kota Pekanbaru menegaskan komitmen membangun daerah tidak hanya secara fisik, tetapi juga lewat penguatan nilai agama dan kolaborasi dengan ulama.
Hal itu ditunjukkan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar saat bersilaturahmi dengan Pimpinan Pondok Pesantren Babussalam, Tuan Guru Syekh H. Ismail Royan, Jumat (4/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Agung secara khusus meminta nasihat pembangunan sekaligus memohon doa agar bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah segera berakhir.
"Kami datang bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga secara khusus memohon doa dari Tuan Guru, para ustaz, dan anak-anak kami di pesantren. Mohon doakan Pekanbaru, Riau, serta seluruh daerah di Indonesia yang sedang menghadapi karhutla," ujar Agung.
Ia berharap doa dari ulama dan santri menjadi ikhtiar batin agar hujan segera turun dan kualitas udara kembali bersih. Sebelumnya, Pemko Pekanbaru juga telah mengajak masyarakat menggelar salat Istisqa serentak di 15 kecamatan.
Agung menegaskan, doa harus berjalan beriringan dengan kerja teknis di lapangan.
"Asap tidak mengenal batas kota maupun provinsi. Karena itu, penanganannya juga membutuhkan kebersamaan. Pemerintah dan petugas terus bekerja di lapangan, masyarakat menjaga lingkungan dan tidak membakar lahan, sedangkan kita semua memohon pertolongan Allah," katanya.
Permohonan itu disambut baik oleh Tuan Guru Syekh H. Ismail Royan. Ia memastikan seluruh keluarga besar Ponpes Babussalam akan turut mendoakan penanganan karhutla.
"Insyaallah, kami bersama para ustaz dan santri akan mendoakan agar hujan segera turun, api dapat dipadamkan, udara kembali sehat, serta seluruh petugas dan masyarakat yang terdampak diberikan perlindungan oleh Allah," tuturnya.
Syekh Ismail juga mengapresiasi kinerja Agung-Markarius. Menurutnya, Wali Kota menunjukkan adab dalam memuliakan ulama di tengah kesibukan membenahi kota.
"Kami melihat ada kerja nyata yang dilakukan Walikota dan Wakil Walikota untuk membenahi Pekanbaru. Namun, yang juga patut kami apresiasi adalah adab beliau dalam memuliakan ulama," ujarnya.
Menanggapi itu, Agung menyebut kemajuan kota tidak hanya diukur dari infrastruktur dan ekonomi, melainkan juga dari masyarakat yang berakhlak dan rukun.
"Pemerintah tidak bisa membangun kota sendirian. Kami membutuhkan doa, nasihat, dan dukungan para ulama agar setiap kebijakan tetap berada di jalan yang benar," jelas Agung.
Dalam kunjungan tersebut, Pemko Pekanbaru menyerahkan bantuan pembangunan senilai Rp200 juta untuk Ponpes Babussalam guna mendukung penguatan sarana pendidikan keagamaan.
Turut mendampingi Sekda Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin, para asisten, dan sejumlah kepala OPD. Kegiatan berlangsung hangat dengan dialog, salat Jumat berjamaah, dan jamuan makan siang bersama.
"Dengan kolaborasi pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga, insyaallah Pekanbaru akan semakin maju, harmonis, berbudaya, dan sejahtera," tutup Agung.*****