Urai Macet Simpang SKA, Pemprov Riau Lebarkan Jalan Tuanku Tambusai Jadi 14 Meter per Jalur

Kamis, 03 September 2026 | 17:20:39 WIB

PEKANBARU, LIPO - Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) mulai menggesa proyek pelebaran Jalan Tuanku Tambusai, Kota Pekanbaru.

Proyek ini menjadi solusi untuk mengurai kemacetan parah yang kerap terjadi di Simpang empat Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Tuanku Tambusai atau yang dikenal dengan Simpang SKA.

Tahap awal, puluhan pohon di sepanjang ruas jalan tersebut dibongkar. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Pekanbaru memindahkan dan menanam kembali pohon-pohon itu di kawasan Tenayan.

"Saat ini, DLHK Kota Pekanbaru tengah melakukan pembongkaran pohon, yang nanti akan ditanam lagi di Tenayan. Kalau sudah selesai, baru kita kerja untuk pelebaran," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi, Kamis (3/9/2026).

Zulfahmi merinci, pelebaran akan difokuskan di ruas sekitar Rumah Sakit Hermina. Nantinya, jalan akan memiliki lebar 14 meter di setiap jalurnya.

"Untuk spesifikasi pelebaran, nantinya akan menjadi 14 meter dikali 2 jalur. Dengan masing-masing 4 lajur," jelasnya.

Dengan demikian, total lebar jalan akan mencapai 28 meter dengan 8 lajur, yang diharapkan mampu menampung volume kendaraan yang selama ini menumpuk di Simpang SKA.

PUPR-PKPP Riau menargetkan seluruh pekerjaan fisik rampung pada Desember 2026. Penutupan traffic light di Simpang SKA akan diberlakukan sebelum pergantian tahun.

"Target kita Desember sebelum akhir tahun sudah selesai. Jadi sebelum masuk tahun 2027, sudah diberlakukan penutupan Simpang SKA," tegas Zulfahmi.

Ia menyebut proyek ini sudah menjadi atensi pimpinan daerah. Pasalnya, kemacetan di Simpang SKA sudah menjadi keluhan warga bertahun-tahun, terutama pada jam sibuk dan akhir pekan.

"Karena ini sudah menjadi atensi pimpinan agar kita harus gerak cepat. Sebab di saat jam-jam sibuk, persimpangan tersebut seringkali terjadi antrian panjang hingga macet, terutama saat akhir pekan, dan ini sering dikeluhkan warga," pungkasnya.*****

 

Terkini