DPRD Pekanbaru Minta Pemko Audit Rantai Distribusi Ayam, Jangan Bebani Pedagang Kecil

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:57:25 WIB
Ilustrasi/F: LIPO

PEKANBARU, LIPO - Harga daging ayam ras di Kota Pekanbaru melonjak dan memicu keluhan warga. Saat ini harga ayam berada di kisaran Rp36 ribu hingga Rp38 ribu per kilogram, sehingga menambah beban pengeluaran rumah tangga.

Kenaikan ini mendapat sorotan Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Arwinda Gusmalina. Ia meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tidak hanya memanggil produsen dan pedagang, tetapi juga menelusuri penyebabnya hingga ke tingkat hulu.

"Jangan hanya dilihat karena harganya masih di bawah harga acuan. Masyarakat tetap merasakan kenaikannya. Pemerintah harus tahu apa penyebabnya dan bagaimana supaya harga ini tidak terus naik," kata Arwinda, Sabtu (22/8/2026).

Sekretaris DPD PAN Pekanbaru itu menilai pemerintah perlu memeriksa seluruh mata rantai distribusi ayam. Mulai dari biaya produksi, harga pakan, ternak, distributor, vendor hingga pedagang.

"Harus dibuka struktur harganya. Jangan sampai peternak mengatakan harga produksinya naik, distributor punya alasan sendiri, kemudian pedagang juga punya alasan sendiri. Pemerintah harus bisa melihat mata rantainya secara utuh," ujar Arwinda.

Menurutnya, langkah ini penting agar tidak ada pihak yang melempar tanggung jawab, dan masyarakat tidak terus menjadi pihak yang terbebani.

Arwinda juga meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru melakukan pemantauan harga rutin di pasar tradisional. Data pasar harus dibandingkan dengan harga di tingkat distributor dan produsen.

"Jangan sampai pemerintah baru bergerak ketika harga sudah terlalu tinggi. Harus ada monitoring setiap hari. Kalau mulai ada tren kenaikan, segera cari penyebabnya dan intervensi sebelum masyarakat semakin terbebani," katanya.

Kenaikan harga ayam tidak hanya terjadi di Pekanbaru. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) per 11 Agustus 2026, harga ayam ras di pasar tradisional Riau mencapai *Rp35,85 ribu per kilogram*.

Harga itu naik sekitar Rp300 dalam sehari dan melonjak 21,94 persen dibanding sebulan sebelumnya.

Arwinda menegaskan, Pemko juga harus memastikan pasokan ayam ke Pekanbaru tetap lancar. Pengendalian harga tidak akan efektif jika hanya menekan pedagang di pasar tanpa menyelesaikan persoalan di hulu.

"Kalau masalahnya pasokan, pemerintah harus memastikan pasokannya. Kalau masalahnya pakan atau distribusi, itu yang harus dicari solusinya. Jangan sampai pedagang kecil yang akhirnya dianggap sebagai penyebab harga mahal," tuturnya.

Ia berharap Pemko Pekanbaru bisa menjaga harga ayam tetap terjangkau, mengingat ayam merupakan sumber protein yang relatif murah dibanding daging sapi.

"Yang paling penting masyarakat jangan sampai terus menjadi pihak yang menanggung kenaikan. Pemerintah harus hadir dari awal, bukan setelah harga sudah terlanjur tinggi," pungkasnya.*****

 

Terkini