PEKANBARU, LIPO - Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Provinsi Riau pada Maret 2026 menunjukkan penurunan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Gini Ratio Riau tercatat sebesar 0,301, turun 0,003 poin dibandingkan September 2025 yang berada di angka 0,304.
Penurunan juga terjadi jika dibandingkan dengan kondisi Maret 2025. Saat itu, Gini Ratio Riau tercatat sebesar 0,307 atau lebih tinggi 0,006 poin dibandingkan Maret 2026.
Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyandi, mengatakan penurunan Gini Ratio tersebut menunjukkan adanya perbaikan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk di Riau.
"Jika dilihat berdasarkan wilayah, ketimpangan di daerah perkotaan juga mengalami penurunan. Pada Maret 2026, Gini Ratio perkotaan tercatat sebesar 0,330, turun dibandingkan September 2025 yang mencapai 0,337. Angka tersebut juga lebih rendah dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 0,345," kata Asep, Minggu 16 Agustus 2026.
Sementara itu, Gini Ratio di daerah perdesaan pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,264. Angka ini turun dibandingkan September 2025 yang sebesar 0,268 dan Maret 2025 yang mencapai 0,267.
Selain Gini Ratio, tingkat ketimpangan juga dapat dilihat menggunakan ukuran ketimpangan Bank Dunia. Berdasarkan ukuran tersebut, distribusi pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah di Riau pada Maret 2026 tercatat sebesar 22,75 persen.
"Angka tersebut menempatkan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Riau dalam kategori rendah," terangnya.
Bila dirinci berdasarkan wilayah tambahnya, distribusi pengeluaran kelompok 40 persen terbawah di perkotaan tercatat sebesar 21,82 persen. Angka ini juga masuk dalam kategori ketimpangan rendah.
Adapun di wilayah perdesaan, distribusi pengeluaran kelompok 40 persen terbawah tercatat lebih tinggi, yakni 24,11 persen, yang juga masih berada dalam kategori ketimpangan rendah.*****