All Out Kawal Program MBG, Plt Gubri SF Hariyanto Siap Kerahkan Dinkes dan Disdik

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:32:43 WIB

PEKANBARU, LIPO - Pemerintah Provinsi Riau menyatakan komitmen penuh untuk mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Komitmen itu ditegaskan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto saat mengikuti Rapat Koordinasi Pemantauan dan Optimalisasi Peran Pemda dalam Tata Kelola Penyelenggaraan MBG secara virtual, Kamis (13/08/2026).

Rakor yang digelar untuk menyamakan persepsi antara pusat dan daerah ini dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Dadan Hindayana.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki peran vital agar MBG berjalan optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya.

"Hari ini kita hadir bersama-sama dengan Kepala BGN dalam rangka mengonsolidasikan keterlibatan rekan-rekan dari Pemda untuk mendukung suksesnya program Makan Bergizi Gratis," ujar Tito.

Tito menjelaskan, dengan adanya perubahan kepengurusan di BGN, sinergi dengan daerah diharapkan semakin kuat. Ia meminta Pemda tidak hanya menjadi penonton, tapi memberikan kontribusi nyata di lapangan.

Menanggapi arahan tersebut, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan Pemprov Riau siap menjalankan instruksi pusat. Fokus utama Riau adalah memastikan kualitas makanan yang diterima penerima manfaat.

"Sesuai arahan Pak Mendagri dan Kepala BGN, kunci keberhasilan program ini ada pada kualitas input dan pengawasannya di lapangan," kata SF Hariyanto.

"Kami akan segera berkoordinasi dengan seluruh OPD terkait, khususnya Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, agar program ini tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesehatan anak-anak di Riau. Makanan yang disajikan harus benar-benar sehat, higienis, dan bergizi tinggi untuk menunjang tumbuh kembang generasi penerus," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono meluruskan filosofi program MBG. Menurutnya, MBG bukan sekadar program bagi-bagi makanan.

"Kita perlu menyatukan pemahaman mengenai filosofi program MBG ini. BGN hadir bukan sekadar untuk menyediakan makanan, melainkan ada target Output, Outcome, Impact yang ingin kita capai secara holistik," jelasnya.

Ia memaparkan, secara output, makanan harus sehat, bergizi, disukai, dan habis dikonsumsi oleh siswa, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Outcome-nya adalah peningkatan status gizi dan kesehatan penerima manfaat.

Sedangkan impact jangka panjangnya jauh lebih besar seperti, peningkatan indeks IQ, peningkatan kualitas pendidikan, hingga penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia secara keseluruhan.

"Output yang bagus berarti makanan yang tersaji adalah makanan yang sehat, bergizi, disukai, dan habis disantap. Untuk menghasilkan output yang maksimal, maka input dan proses pun harus baik," tegas Sudaryono.

Untuk itu, BGN membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya dengan Pemda untuk pengawasan dan pengendalian mutu MBG di setiap daerah.*****

 

Terkini