Pagi Hingga Siang Cerah, BMKG Prediksi Hujan Lebat Disertai Petir Berpotensi Guyur Riau Sore Nanti

Selasa, 30 Juni 2026 | 09:06:51 WIB
Ilustrasi/lipo

Pekanbaru, LIPO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Provinsi Riau pada Selasa (30/6/2026). Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena hujan berintensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi pada sore hingga malam hari dan berpotensi disertai petir serta angin kencang.

Berdasarkan prakiraan cuaca harian BMKG, kondisi atmosfer pada pagi hingga siang masih didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan. Meski demikian, hujan ringan telah lebih dulu terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya sebagian Kabupaten Rokan Hilir, Pulau Rupat di Kabupaten Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hilir, serta sebagian Indragiri Hulu.

Seiring bertambahnya tutupan awan pada sore hari, potensi hujan diperkirakan meluas ke sebagian besar kabupaten dan kota di Riau. Cuaca basah diprediksi masih berlanjut hingga dini hari, terutama di wilayah Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.

BMKG mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di daerah yang berpotensi mengalami hujan lebat, sambaran petir, maupun angin kencang.

Sementara itu, suhu udara di Riau diperkirakan berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 50 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10 sampai 30 kilometer per jam.

Di sektor maritim, tinggi gelombang laut secara umum masih berada pada kategori rendah, yakni 0,5 hingga 1,25 meter. Kendati demikian, gelombang kategori sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Rokan Hilir dan perairan Dumai-Bengkalis. BMKG mengimbau nelayan dan operator transportasi laut untuk memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut.

Selain memantau perkembangan cuaca, BMKG juga mencatat masih terdapat tujuh titik panas di Provinsi Riau hingga pukul 23.00 WIB. Lima titik berada di Kabupaten Kuantan Singingi, sedangkan masing-masing satu titik terpantau di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hilir.

Secara keseluruhan, Pulau Sumatera mencatat 116 hotspot. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 57 titik, disusul Jambi dan Bengkulu masing-masing 12 titik, Kepulauan Bangka Belitung 10 titik, Lampung 9 titik, Sumatera Barat 8 titik, Riau 7 titik, serta Kepulauan Riau 1 titik.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi serta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.(***)

Tags

Terkini