SIAK, LIPO - Pemerintah Kabupaten Siak menyatakan komitmennya untuk mendukung berbagai program yang diinisiasi Universitas Hang Tuah, termasuk pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan berbasis masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Mahadar, saat menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi jajaran Universitas Hang Tuah Pekanbaru yang dipimpin langsung oleh Rektor bersama Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dan kepala bidang lainnya, di Zamrud Room, Komplek Rumah Rakyat, Kamis (11/6/2026).
Dalam sambutannya, Mahadar menyampaikan ucapan selamat kepada Assoc.Prof. Ns Lita,MKep, salah seorang putri Kabupaten Siak kelahiran Desa Lalang Kecamatan Sungai Apit atas amanah yang diberikan untuk memimpin perguruan tinggi tersebut. Ia berharap kepemimpinan baru mampu membawa kemajuan bagi dunia pendidikan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Siak dan Ibu Bupati Siak, kami mengucapkan selamat atas amanah yang diberikan kepada Ibu Rektor. Semoga dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Mahadar.
Ia juga menyampaikan salam dan apresiasi dari Bupati Siak yang berhalangan hadir karena menjalankan agenda pemerintahan. Menurutnya, Bupati memberikan perhatian dan dukungan penuh terhadap berbagai program yang ditawarkan Universitas Hang Tuah.
"Ibu Bupati sangat mengapresiasi berbagai program yang telah direncanakan oleh Universitas Hang Tuah. Pemerintah Kabupaten Siak siap membangun kolaborasi agar program-program tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Assoc. Prof. Dr. Reno Renaldi, SKM, M.Kes, Kepala LPPM Universitas Hang Tuah memaparkan rencana pelaksanaan KKN Tematik yang merupakan implementasi kebijakan "Kampus Berdampak" dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program ini mendorong mahasiswa dan dosen untuk hadir langsung di tengah masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang berkelanjutan.
"Kami ingin mahasiswa dan dosen hadir langsung di tengah masyarakat serta memberikan dampak nyata melalui program-program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar kepala LPPM.
Sebanyak 454 mahasiswa dari delapan program studi akan diterjunkan dalam program tersebut. Mereka berasal dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Hukum, Ilmu Komunikasi, Sistem Informasi, Teknik Informatika, serta program studi lainnya yang akan berkolaborasi sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Berbeda dengan pelaksanaan KKN pada umumnya, KKN Tematik Universitas Hang Tuah dirancang tidak hanya berlangsung selama satu bulan, tetapi menjadi awal pembentukan desa binaan yang akan didampingi secara berkelanjutan oleh mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kampung.
Berbagai program yang akan dikembangkan meliputi peningkatan layanan kesehatan masyarakat, penguatan tata kelola pemerintahan desa, pemanfaatan teknologi informasi, pengembangan komunikasi publik, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), edukasi kebencanaan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, serta berbagai kegiatan lain yang mendukung pembangunan masyarakat.
Mahadar menilai konsep KKN Tematik tersebut sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Siak karena mampu menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat.
"Kami menyambut baik program ini. Apalagi konsepnya tematik, berkesinambungan, dan dapat disinergikan dengan berbagai program pembangunan daerah," ujarnya.
Menurutnya, pendekatan tematik akan memudahkan sinkronisasi dengan program kerja organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga potensi yang dimiliki mahasiswa dan perguruan tinggi dapat dioptimalkan untuk mendukung pembangunan daerah.
"Kegiatan ini bisa dikoneksikan dengan OPD terkait sesuai bidang dan program studinya. Pemerintah daerah tentu siap memberikan dukungan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa penempatan mahasiswa KKN perlu mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari keamanan, kondisi wilayah, hingga dukungan masyarakat setempat agar kegiatan pengabdian dapat berjalan optimal.
"Kita ingin mahasiswa dapat menjalankan pengabdian dengan baik. Aspek keamanan, kondisi wilayah, serta dukungan masyarakat harus menjadi perhatian bersama," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak turut menghadirkan sejumlah OPD terkait dari bidang pendidikan, kesehatan, sosial, pariwisata, serta pembangunan sumber daya manusia untuk membuka ruang diskusi dan menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas.
Mahadar mengusulkan agar pihak Universitas Hang Tuah memaparkan secara komprehensif konsep dan mekanisme pelaksanaan program kepada Bupati Siak dan jajaran pemerintah daerah, sehingga sinergi yang dibangun dapat berjalan efektif dan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Rencananya, KKN Tematik akan dilaksanakan mulai 20 Juli 2026 selama satu bulan dengan bobot empat Satuan Kredit Semester (SKS) dan beban kegiatan 45 jam per minggu. Sebanyak 454 mahasiswa akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Siak dan ditempatkan di sejumlah kampung di Kecamatan Sungai Apit untuk melaksanakan program pengabdian.
Mahadar berharap pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam mempererat kerja sama antara Universitas Hang Tuah dan Pemerintah Kabupaten Siak di berbagai bidang, sekaligus menjadikan Siak sebagai contoh pelaksanaan KKN Tematik yang mampu menghadirkan inovasi dan solusi berkelanjutan bagi pembangunan desa.
"Prinsipnya, kita ingin berkolaborasi. Semoga program KKN Tematik ini menjadi wadah pengabdian mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Siak. Apa yang menjadi gagasan dan program bersama dapat diwujudkan demi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat," tutup Mahadar. *****