Usai Penyerangan di PT SBP, Saksi Ungkap Dugaan Aksi Terorganisir hingga Masuknya Alat Berat

Selasa, 02 Juni 2026 | 14:26:51 WIB
Peristiwa penyerangan terhadap karyawan PT SBP di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu)

PEKANBARU, LIPO – Peristiwa penyerangan terhadap karyawan PT SBP di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menyisakan sejumlah kejanggalan yang kini menjadi sorotan. Salah satu saksi di lokasi, Edi Yanto, mengungkap dugaan kuat bahwa aksi tersebut dilakukan secara terorganisir.

Menurut Edi, kelompok penyerang datang dalam jumlah banyak dengan persiapan matang, termasuk membawa berbagai jenis senjata. Ia mengaku melihat senjata tajam, tiga pucuk pistol, serta satu pucuk senapan angin dibawa oleh massa sebelum melakukan penyerangan.

“Kami melihat mereka datang membawa senjata lengkap, lalu langsung melakukan penyerangan terhadap karyawan,” ujar Edi Yanto, Selasa (2/6/2026).

Situasi di lapangan sempat memanas hingga para karyawan terpaksa mundur untuk menyelamatkan diri. Namun, yang menjadi perhatian, tak lama setelah penyerangan terjadi, sebuah alat berat jenis ekskavator justru masuk ke area dekat lokasi kejadian.

Edi menilai kehadiran alat berat tersebut patut diduga memiliki keterkaitan dengan aksi penyerangan. Ia menyebut, ekskavator itu bahkan langsung beroperasi dan disaksikan oleh sejumlah saksi lainnya.

“Setelah karyawan mundur, ekskavator masuk dan mulai bekerja. Ini yang menurut kami harus didalami,” tambahnya.

Pihak perusahaan melalui Humas PT SBP, Rahman Manurung, mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas seluruh rangkaian peristiwa, termasuk kemungkinan hubungan antara pelaku penyerangan dengan masuknya alat berat tersebut.

Tak hanya itu, Rahman juga meminta agar aparat mengungkap aktor intelektual di balik insiden yang dinilai telah meresahkan tersebut.

“Kami berharap polisi dapat mengurai keterkaitan antara penyerangan ini dengan aktivitas alat berat, serta mengungkap siapa dalang di balik kejadian ini,” tegasnya.

Rahman turut menyinggung adanya dugaan keterlibatan oknum tertentu yang perlu diperiksa secara menyeluruh. Ia meminta adanya pengawasan internal untuk memastikan tidak ada pelanggaran prosedur dalam penanganan kasus.

“Kami ingin semua fakta dibuka secara transparan dan siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai hukum,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Inhu, Iptu Adlin, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi guna mengungkap pelaku di balik penyerangan tersebut.

“Proses penyelidikan masih berjalan. Kami sedang mengumpulkan keterangan saksi untuk menentukan para pelaku. Perkembangannya akan kami sampaikan,” ujarnya singkat.(***)

Tags

Terkini