PEKANBARU, LIPO – Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak Rabu (6/5/3036) pagi tak menghalangi langkah ratusan simpatisan memadati Pengadilan Negeri Pekanbaru.
Mereka tetap bertahan untuk mengawal sidang lanjutan Gubernur nonaktif Riau, Abdul Wahid, sebagai bentuk dukungan sekaligus harapan akan tegaknya keadilan.
Di tengah guyuran hujan, massa terus berdatangan dengan payung dan jas hujan seadanya. Suasana haru dan solidaritas terlihat saat sejumlah simpatisan sigap memayungi Abdul Wahid ketika tiba di lokasi persidangan.
Di halaman pengadilan, gelombang dukungan tak henti menggema. Massa secara bergantian meneriakkan yel-yel, “Bebaskan Wahid, Wahid tak salah,” dengan suara lantang yang tetap konsisten meski hujan turun deras.
Sementara itu, kondisi di dalam ruang sidang juga dipenuhi pengunjung. Seluruh kursi yang tersedia telah terisi bahkan sebelum persidangan dimulai, mencerminkan tingginya perhatian publik terhadap perkara tersebut.
Di antara kerumunan, seorang simpatisan menegaskan bahwa kehadiran mereka bukanlah karena imbalan, melainkan murni bentuk kepercayaan terhadap sosok yang mereka dukung.
“Kami bukan massa bayaran,” ujar seorang ibu paruh baya dengan tegas.
Ia menyebut, dukungan yang diberikan dilandasi harapan agar proses hukum berjalan adil dan transparan.
Meski hujan belum mereda, semangat para pendukung tetap menyala. Sorak dukungan yang terus bergema menjadi simbol harapan mereka terhadap hasil akhir dari persidangan yang tengah berlangsung.(***)