PEKANBARU, LIPO - Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan PAD ini tidak terlepas dari terobosan dengan berbagai inovasi yang dilakukan Agung Nugroho semenjak menjabat sebagai Walikota Pekanbaru.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, mengungkapkan, berbagai upaya sudah dilakukan untuk meningkatkan PAD di tengah tekanan fiskal belakangan ini. Mulai dari sosialisasi kesadaran membayar pajak, meningkatkan kualitas pelayanan publik, hingga memperbaiki infrastruktur.
"Prinsipnya kita tingkatkan pelayanan dulu ke masyarakat, ke wajib pajak. Karena kan masyarakat mau bayar pajak dengan lebih mudah, tidak ribet," kata Wako Agung Nugroho, Jumat (24/4/2026).
Terobosan lain adalah dengan memberikan kemudahan dan diskon pajak PBB. Terbukti, masyarakat justru semakin ramai membayar pajak dan meningkat drastis dari periode tahun yang sama.
Agung juga meminta Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau DPMPTSP mempermudah perizinan. Tak hanya itu saja, Agung minta perizinan bisa terbit dalam waktu singkat tanpa ribet.
"Contoh pajak PBG (persetujuan bangunan gedung). Kalau izin dipermudah, dipercepat ya pasti antusias orang ngurus. Terbukti di tahun ini warga patuh untuk bayar pajak, intinya pelayanan dimaksimalkan agar masyarakat tidak malas bayar pajak," terang Wako.
Selain itu, ada juga kenaikan pajak opsen, reklame, hotel, restoran dan pajak lainnya. Terbukti PAD Kota Pekanbaru naik drastis sejak kepemimpinan Agung Nugroho.
"PAD kita kenaikan cukup signifikan. Jadi jika dibandingkan periode yang sama, di tahun 2025 naik drastis. Dari Rp 800-an miliar menjadi Rp 1,2 triliun," jelas Agung yang juga Ketua Demokrat Riau tersebut.
Terpenting, kata Agung, pajak-pajak yang dibayarkan wajib dirasakan masyarakat. Salah satunya dengan perbaikan sejumlah ruas jalan dan fasilitas umum yang selama ini jadi keluhan masyarakat.
"Pajak itu juga harus dirasakan masyarakat. Makanya ada perbaikan jalan, infrastruktur, fasilitas umum, kebersihan yang semuanya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Masyarakat tentu ingin pajak yang dibayar itu juga mereka rasakan," pungkasnya.*****