PEKANBARU, LIPO — Kemunculan seekor Harimau Sumatera di wilayah kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memicu kewaspadaan para pekerja sekaligus respons cepat dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Satwa dilindungi itu terlihat di area DSF 125 Tonggak 8, Duri Field, Kabupaten Bengkalis, pada Minggu (5/4/2026).
Perjumpaan tersebut terekam dalam video oleh seorang karyawan PHR yang tengah berada di lokasi. Rekaman itu kemudian diteruskan kepada BBKSDA Riau untuk dilakukan identifikasi.
“Dari hasil analisis, dipastikan bahwa satwa dalam video tersebut adalah Harimau Sumatera berusia dewasa,” kata Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, Selasa (7/4/2026).
Menindaklanjuti laporan itu, tim gabungan BBKSDA Riau bersama satuan keamanan PHR turun ke lokasi pada Senin (6/4/2026) untuk melakukan mitigasi dan pengecekan lapangan. Saat pemeriksaan, tim sempat mendengar suara auman dari sekitar titik awal perjumpaan.
“Demi keselamatan tim serta menghindari kontak langsung, pemantauan kemudian dilakukan dari radius sekitar 500 meter,” ujar Ujang.
Sejumlah langkah mitigasi diterapkan. BBKSDA memasang kamera jebak di titik strategis guna memastikan keberadaan harimau secara visual. Pemantauan udara menggunakan drone juga dilakukan untuk memetakan pergerakan satwa.
Selain itu, tim mencatat koordinat lokasi sebagai dasar analisis lanjutan. BBKSDA Riau turut menurunkan tim medis untuk bersiaga apabila terjadi situasi darurat.
Koordinasi dengan PHR terus dilakukan untuk menilai potensi risiko konflik antara satwa dengan aktivitas operasional. Ujang menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara terukur, dengan mengutamakan keselamatan pekerja tanpa mengabaikan upaya pelestarian Harimau Sumatera di habitatnya.
“Seluruh langkah ini bertujuan memastikan keamanan di lapangan sekaligus menjaga keberlangsungan satwa liar tersebut,” ujarnya.(***)