Program Peremajaan Kelapa di Inhil Tak Bisa Maksimal, Anggota DPRD Sebut Infrastruktur Jadi Penyebab

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:47:44 WIB
Ikbal Sayuti/F: LIPO

KEKANBARU, LIPO - Anggota DPRD Riau daerah pemilihan Indragiri Hilir (Inhil), Ikbal Sayuti, menilai program peremajaan (replanting) kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir belum dapat berjalan maksimal. Hal ini disebabkan persoalan infrastruktur perkebunan yang sampai saat ini belum tertangani dengan baik.

Ia mengatakan, Inhil merupakan daerah penghasil kelapa terluas di dunia, dan memiliki potensi besar. Tapi sayangnya keberkahan tersebut belum sepenuhnya dirasakan petani lantaran banyak lahan yang terdampak banjir akibat rusaknya tanggul dan sistem tata air.

“Program yang dibuat itu peremajaan, artinya bantuan bibit, mungkin pupuk, atau perbaikan lahan lama. Tapi persoalan kelapa di Inhil bukan hanya soal bibit. Infrastruktur perkebunan kita yang bermasalah,” ujarnya, Rabu 25 Februari 2026.

Ikbal menjelaskan, banyak lahan kelapa di Inhil terendam banjir disebabkan tanggul yang rusak serta sistem saluran air yang tidak berfungsi maksimal. Untuk itu Ia berharap sebelum dilakukan penanaman bibit baru, pemerintah terlebih dahulu membenahi tanggul, saluran, dan pintu air.

“Kalau tidak diperbaiki tanggul, saluran, dan pintu airnya, percuma diberikan bibit. Tebang yang lama saja tidak cukup, harus dibangun dulu infrastruktur tata airnya,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya bersama rekan-rekan Komisi II DPRD Riau telah mendatangi Direktorat Jenderal Perkebunan untuk mempertanyakan efektivitas program tersebut. Karena dalam skema yang ada, sebanyak satu juta bibit direncanakan dialokasikan untuk sekitar 27 ribu hektare lahan.

Namun menurut Ikbal, angka tersebut tidak realistis dengan kondisi riil di lapangan. Data yang diminta dari dinas perkebunan kabupaten maupun provinsi sulit terpenuhi karena luas lahan bermasalah cukup besar dan membutuhkan penanganan infrastruktur lebih dulu.

Ikbal juga membandingkan program peremajaan kelapa dengan kelapa sawit. Menurutnya, peremajaan sawit relatif lebih mudah karena lahan masih dalam kondisi baik dan hanya tanaman yang sudah tua yang perlu diganti.

“Kalau sawit lahannya masih bagus, tinggal tebang dan tanam baru. Kelapa berbeda. Kalau infrastruktur tidak dibenahi, replanting tidak akan berhasil,” jelasnya.*****

 

Terkini