Naik 16,55%, Ekspor Riau Tembus US$19,21 Miliar pada Januari-November 2025

Kamis, 08 Januari 2026 | 10:55:42 WIB
Ilustrasi/F: int

PEKANBARU, LIPO - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat kinerja ekspor daerah tetap positif dalam 11 bulan pertama tahun 2025. 

Secara kumulatif, nilai ekspor Riau periode Januari hingga November 2025 mencapai US$19,21 miliar atau mengalami pertumbuhan 16,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja ekspor komoditas nonmigas. Nilai ekspor nonmigas Riau dalam periode tersebut mencapai US$18,16 miliar, tumbuh lebih tinggi sebesar 21,18 persen secara year-on-year (yoy).

Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, dalam rilis datanya, Kamis 8 Januari 2025, menyebutkan bahwa ekspor dari sektor industri pengolahan naik 21,21 persen dan ekspor hasil pertanian meningkat 22,27 persen dibanding Januari-November 2024.

"Meski secara kumulatif tumbuh, perlu dicatat bahwa pada November 2025 terjadi penurunan ekspor," ujar Asep.

Sementara itu pada bulan November 2025 secara sendiri, ekspor Riau tercatat senilai US$1,63 miliar. Angka ini turun 4,55 persen dibandingkan realisasi ekspor pada November 2024. Ekspor nonmigas bulanan juga terkontraksi sebesar 4,06 persen (yoy) menjadi US$1,52 miliar.

"Sepanjang Januari-November 2025, komoditas lemak dan minyak hewan/nabati menjadi penyumbang peningkatan terbesar dengan nilai US$2.519,27 juta, melonjak 31,84 persen,"ujarnya.

Sebaliknya lanjutnya, komoditas yang mengalami penurunan nilai ekspor paling signifikan adalah ampas dan sisa industri makanan. Ekspornya merosot tajam sebesar 60,37 persen menjadi US$302,70 juta.

Dari sisi negara tujuan tambahnya, Tiongkok tetap menjadi pasar ekspor nonmigas terbesar Riau dengan nilai US$3.058,94 juta pada periode Januari-November 2025. Posisi berikutnya ditempati India (US$1.592,07 juta) dan Malaysia (US$1.266,77 juta). Kontribusi ketiga negara ini mencapai 32,59 persen dari total ekspor nonmigas Riau.

Sementara itu, ekspor nonmigas ke kawasan ASEAN mencapai US$3.341,60 juta dan ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$2.129,38 juta.*****

 

Terkini